Mahasiswa BINUS Kunjungi Perumdam TKR
Di tengah tuntutan dunia kerja yang semakin kompleks, pendidikan tinggi tidak lagi cukup jika hanya mengandalkan teori di ruang kelas. Mahasiswa dituntut memahami bagaimana ilmu yang mereka pelajari bekerja di dunia nyata. Inilah yang menjadi latar belakang kegiatan kunjungan pembelajaran lapangan mahasiswa BINUS University ke Perumdam TKR, sebuah langkah konkret yang mempertemukan akademisi muda dengan realitas pengelolaan layanan publik, khususnya sektor air bersih.
Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial atau studi wisata kampus. Ia menjadi bagian dari transformasi pendidikan tinggi yang menempatkan pengalaman langsung, observasi lapangan, dan pemahaman kontekstual sebagai elemen penting pembelajaran. Dalam kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya melihat proses kerja Perumdam TKR dari dekat, tetapi juga diajak memahami tantangan manajemen, teknologi, dan tanggung jawab sosial dalam penyediaan air bersih bagi masyarakat.
Artikel ini akan mengulas secara mendalam kunjungan mahasiswa BINUS ke Perumdam TKR, mulai dari latar belakang kegiatan, rangkaian aktivitas di lapangan, manfaat akademik bagi mahasiswa, hingga relevansinya dengan arah pendidikan tinggi dan kebutuhan industri di era sekarang.
Latar Belakang Kunjungan: Pendidikan Tinggi dan Tantangan Dunia Nyata
Perubahan dunia kerja berlangsung sangat cepat. Industri menuntut lulusan perguruan tinggi yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memahami praktik lapangan, alur kerja organisasi, serta persoalan nyata yang dihadapi institusi publik dan swasta.
BINUS University sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Indonesia menempatkan experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman sebagai bagian penting dari kurikulumnya. Kunjungan ke Perumdam TKR menjadi contoh konkret dari pendekatan ini.
Sektor air bersih dipilih bukan tanpa alasan. Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat dan pengelolaannya melibatkan berbagai disiplin ilmu: manajemen, teknik, teknologi informasi, kebijakan publik, hingga komunikasi dan pelayanan pelanggan. Dengan mengunjungi Perumdam TKR, mahasiswa mendapatkan gambaran utuh tentang bagaimana sebuah badan usaha milik daerah menjalankan fungsi vital bagi masyarakat.
Mengenal Perumdam TKR: Penopang Layanan Air Bersih Daerah
Perumdam TKR merupakan perusahaan umum daerah yang bergerak di bidang pelayanan air bersih. Tugas utamanya adalah memastikan ketersediaan air layak konsumsi bagi masyarakat, sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya air.
Di balik aliran air yang sampai ke rumah-rumah warga, terdapat sistem kerja yang kompleks:
- Pengelolaan sumber air baku
- Proses pengolahan air
- Distribusi melalui jaringan pipa
- Pengawasan kualitas air
- Manajemen pelanggan dan layanan publik
Melalui kunjungan ini, mahasiswa BINUS diperkenalkan pada keseluruhan rantai proses tersebut, dari hulu hingga hilir.
Rangkaian Kegiatan di Lapangan
1. Pengenalan Organisasi dan Sistem Kerja
Kegiatan diawali dengan pemaparan profil Perumdam TKR. Mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai:
- Sejarah berdirinya Perumdam TKR
- Visi dan misi perusahaan
- Struktur organisasi
- Peran Perumdam TKR dalam pembangunan daerah
Sesi ini penting untuk memberikan konteks sebelum mahasiswa turun langsung mengamati proses teknis dan operasional.
2. Observasi Proses Pengolahan Air
Mahasiswa diajak melihat langsung instalasi pengolahan air. Di sinilah teori yang selama ini dipelajari mulai terasa nyata. Mereka menyaksikan bagaimana air baku diproses melalui berbagai tahapan agar memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.
Mulai dari penyaringan awal, proses kimiawi, hingga pengujian kualitas air, semua dijelaskan secara rinci oleh tim Perumdam. Mahasiswa dapat bertanya langsung, berdiskusi, dan mengaitkan apa yang mereka lihat dengan konsep akademik yang sudah dikenal.
3. Manajemen Distribusi dan Infrastruktur
Selain pengolahan, mahasiswa juga diperkenalkan pada sistem distribusi air. Jaringan pipa, pengelolaan tekanan air, hingga penanganan kebocoran menjadi topik menarik yang membuka wawasan baru.
Di sini, mahasiswa memahami bahwa tantangan Perumdam tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga strategis. Keputusan manajemen sangat berpengaruh terhadap efisiensi layanan dan kepuasan pelanggan.
4. Diskusi Layanan Publik dan Tantangan Lapangan
Salah satu sesi paling menarik adalah diskusi tentang layanan publik. Mahasiswa diajak memahami bagaimana Perumdam TKR menghadapi keluhan pelanggan, mengelola ekspektasi masyarakat, serta menjaga kepercayaan publik.
Diskusi ini membuka mata mahasiswa bahwa pengelolaan layanan publik membutuhkan keseimbangan antara profesionalisme bisnis dan tanggung jawab sosial.
Pembelajaran Lapangan: Lebih dari Sekadar Kunjungan
Kunjungan ke Perumdam TKR memberikan pengalaman belajar yang tidak bisa didapatkan dari buku teks semata.
Teori Bertemu Praktik
Mahasiswa yang sebelumnya mempelajari konsep manajemen operasional, sistem informasi, atau kebijakan publik kini melihat bagaimana teori tersebut diterapkan dalam kondisi nyata, lengkap dengan keterbatasan dan tantangannya.
Meningkatkan Pola Pikir Kritis
Melihat langsung masalah di lapangan mendorong mahasiswa berpikir kritis. Mereka tidak hanya menerima konsep ideal, tetapi juga belajar memahami kompromi, prioritas, dan pengambilan keputusan dalam situasi nyata.
Memahami Dunia Kerja Sejak Dini
Kegiatan ini membantu mahasiswa membangun gambaran realistis tentang dunia kerja. Mereka memahami bahwa profesionalisme tidak hanya soal keahlian teknis, tetapi juga komunikasi, etika, dan kemampuan bekerja dalam tim.
Relevansi dengan Kurikulum BINUS
BINUS University dikenal dengan pendekatan kurikulum yang adaptif dan berbasis industri. Kunjungan lapangan seperti ini selaras dengan visi tersebut.
Mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai materi akademik, tetapi juga:
- Memiliki pemahaman kontekstual
- Mampu mengaitkan teori dengan praktik
- Siap menghadapi tantangan kerja lintas sektor
Kegiatan ini juga mendukung pengembangan soft skills seperti kemampuan observasi, komunikasi, dan analisis masalah.
Perspektif Mahasiswa: Pengalaman yang Membuka Wawasan
Bagi banyak mahasiswa, kunjungan ini menjadi pengalaman pertama melihat langsung bagaimana layanan publik skala besar dijalankan. Banyak dari mereka menyadari bahwa sektor air bersih memiliki peran strategis yang sering luput dari perhatian.
Pengalaman ini juga memunculkan ketertarikan baru. Beberapa mahasiswa mulai melihat peluang karier di sektor layanan publik, infrastruktur, dan manajemen sumber daya, bidang yang sebelumnya mungkin tidak mereka pertimbangkan.
Pendidikan Tinggi dan Kolaborasi dengan Institusi Publik
Kunjungan mahasiswa BINUS ke Perumdam TKR mencerminkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan institusi publik. Kolaborasi semacam ini memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak.
Manfaat bagi Mahasiswa dan Kampus
- Akses ke pembelajaran nyata
- Peningkatan kualitas lulusan
- Relevansi kurikulum dengan kebutuhan lapangan
Manfaat bagi Perumdam dan Institusi Publik
- Berbagi pengetahuan dan praktik baik
- Mendapat perspektif segar dari generasi muda
- Membangun citra positif sebagai institusi terbuka dan edukatif
Konteks Lebih Luas: Pembelajaran Lapangan di Era Gen Z
Generasi mahasiswa saat ini dikenal sebagai generasi yang kritis, adaptif, dan terbiasa dengan informasi cepat. Namun mereka juga membutuhkan pengalaman nyata agar tidak terjebak pada pemahaman teoritis semata.
Pembelajaran lapangan menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut. Ia menghadirkan pengalaman yang:
- Kontekstual
- Relevan
- Menantang secara intelektual
Bagi Gen Z, belajar langsung di lapangan memberikan makna yang lebih dalam dibanding sekadar mendengarkan penjelasan di kelas.
Tantangan dan Catatan untuk Pembelajaran Lapangan
Meski memberikan banyak manfaat, pembelajaran lapangan juga memiliki tantangan:
- Keterbatasan waktu kunjungan
- Perbedaan latar belakang mahasiswa
- Kebutuhan pendampingan agar pembelajaran tetap terarah
Namun tantangan ini justru menjadi peluang bagi kampus untuk terus menyempurnakan metode experiential learning agar semakin efektif.
Kesimpulan
Kunjungan mahasiswa BINUS University ke Perumdam TKR sebagai pembelajaran lapangan adalah contoh nyata bagaimana pendidikan tinggi dapat bertransformasi mengikuti kebutuhan zaman. Kegiatan ini mempertemukan teori dengan praktik, ruang kelas dengan dunia nyata, serta mahasiswa dengan realitas layanan publik yang kompleks.
Lebih dari sekadar kunjungan, kegiatan ini menanamkan pemahaman bahwa ilmu pengetahuan memiliki peran langsung dalam kehidupan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tetapi juga untuk memahami tanggung jawab profesional dan sosial di masa depan.
Di tengah tuntutan dunia kerja yang semakin dinamis, pembelajaran lapangan seperti ini menjadi jembatan penting antara kampus dan realitas. Bagi mahasiswa BINUS, pengalaman di Perumdam TKR bukan hanya tambahan wawasan, tetapi juga bekal berharga untuk menjadi lulusan yang relevan, adaptif, dan siap berkontribusi nyata bagi masyarakat.
